Buku Islam yang Teduh, Indonesia yang Tangguh: Jejak Pemikiran Sang Proklamator mengajak pembaca menelusuri pemikiran keislaman dan kebangsaan Sang Proklamator yang kerap dibaca secara terpisah, bahkan dipertentangkan. Melalui pendekatan historis dan reflektif, buku ini menunjukkan bahwa Islam yang dipahami oleh Sang Proklamator bukanlah Islam yang keras dan eksklusif, melainkan Islam yang membebaskan, berkeadilan, dan berakar kuat pada nilai kemanusiaan. Islam hadir sebagai sumber etika sosial yang meneduhkan, bukan sebagai alat dominasi atau pemecah belah bangsa.
Lebih jauh, buku ini mengurai bagaimana visi keislaman tersebut berkelindan dengan gagasan tentang Indonesia yang merdeka, bersatu, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Pemikiran Sang Proklamator tentang nasionalisme religius, persatuan dalam kebinekaan, serta keberpihakan kepada kaum tertindas dibaca sebagai fondasi penting bagi bangunan kebangsaan Indonesia. Islam dan Indonesia tidak ditempatkan dalam relasi antagonistik, tetapi saling menguatkan: Islam memberi ruh moral, sementara Indonesia menjadi ruang aktualisasi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Pada akhirnya, buku ini tidak sekadar menghadirkan pembacaan ulang terhadap jejak pemikiran Sang Proklamator, tetapi juga menawarkan relevansi kontekstual bagi Indonesia hari ini. Di tengah menguatnya polarisasi identitas dan kecenderungan beragama yang kaku, buku ini mengajak pembaca merefleksikan kembali warisan pemikiran yang menempatkan Islam sebagai rahmat, dan kebangsaan sebagai ikhtiar kolektif. Dengan demikian, Islam yang Teduh, Indonesia yang Tangguh menjadi undangan intelektual dan moral untuk merawat moderasi, memperkuat persatuan, dan meneguhkan cita-cita Indonesia yang berkeadaban.
Judul: Islam yang Teduh, Indonesia yang Tangguh: Jejak Pemikiran Sang Proklamator
Penulis: M. Al Qhoswathu Taufik, Adelina Mastura, Inta Hafidiana Awwalin
Dimensi: 14 x 21 cm
Tebal: vi + 245 hlm
ISBN: 978-634-04-7753-5
Format: PDF